Posted by: roxin on: November 5, 2008

Jika Toyota memiliki Prius hybrid, Honda dengan FCX-Clarity hydrogen (fuel cell), maka Mitsubishi memiliki mobil murni listrik (full electric) i-Miev sebagai ikon mobil ramah lingkungannya. Tahun depan mobil ini mulai dipasarkan.
Masing-masing pabrikan Jepang seolah tak ingin kehilangan gengsi dalam menunjukkan teknologi mobil ramah lingkungan mereka. Hal ini juga sejalan dengan tren penurunan ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil yang semakin menipis, sebagai penggerak utama kendaraan bermotor di dunia. Untuk itu, mobil dengan mesin hybrid, hydrogen, atau murni listrik, perlahan akan banyak digunakan banyak orang di dunia.
Pabrikan mobil Jepang, termasuk Mitsubishi sudah menduga, 2010 akan menjadi tonggak tren baru penggunaan mesin penggerak mobil alternatif. Mitsubishi sendiri sudah mengembangkan bahkan menguji coba produk listriknya sejal 1971. Saat itu, Mitsubishi menyediakan 150 unit mobil Minicab dan Minica van untuk digunakan perusahaan listrik dam pemerintah.
Miev Business Management Office Mitsubishi Motor Corporation Takayuki Yatabe, saat presentasi i-Miev di booth Mitusbishi 50 Years Indonesia Japan Expo 2008 di JIExpo Kemayoran akhir pekan lalu mengatakan, Mitsubishi sudah mengembangkan mobil listrik sejak 40 tahun lalu. Produsen mobil berlogo tiga berlian ini, terus melakukan pengambangan. Hingga pada 2005, Mitsubishi merencakan produksi massal mobil listrik yang kemudian dinamakan i-Miev.
Pengembangan mobil listrik tak lepas dari teknologi baterai. Untuk itu sejak 2005, Mitsubishi bekerjasama dengan produsen baterai terbesar Jepang GS Yuasa melakukan transformasi penggunaan dari jenis nickel metal hydride (Ni-MH) ke lithium ion (Li-Ion). Baterai Li-Ion memiliki keunggulan dalam ukuran, bobot, dan juga kemampuan menampung energi.
Mengenai penggunaan mobil kota Mitsubishi “i” sebagai basis mobil listrik, Yatabe menjelaskan, mobil kota lebih cocok karena bobotnya yang tak terlalu berat. Sehingga rasio berat mobil dan kemampuan gerak motor listrik dapat sinergi. Dalam beberapa waktu ke depan, seiring pengembangan baterai, pihaknya juga akan menggunakan listrik ke beberapa model lainnya.
Di pasar Jepang, i-Miev akan dipasarkan dengan fasilitas subsidi pemerintah. Presiden Direktur Krama Yudha Tiga Berlian (KTB), Fumio Kawayama menyatakan, pihak MMC memang belum mengumumkan harganya secara resmi. Namun ia memperkirakan, i-Miev akan dibanderol tak lebih dari 3 juta yen atau di bawah Rp321 juta. Konsumen sudah mendapat potongan harga hingga 40 persen. Pemerintah Jepang memang memberikan reward dalam bentuk potongan pajak kepada produsek yang memproduksi mobil-mobil ramah lingkungan.
Sementara di pasar Indonesia, KTB harus berjuang keras mendapat persetujuan dari pemerintah untuk memberikan subsidi. Kawayama menyatakan, MMC berupaya membuka pembicaraan dengan pemerintah untuk menjajaki pemberian subsidi. Ini penting, jika tidak, i-Miev bisa masuk pasar Indonesia dengan harga di atas Rp600 jutaan. Artinya di saat masyarakat di negara lain sudah mendapat fasilitas potongan harga untuk pembelian mobil ramah lingkungan. Sementara konsumen Indoneia harus membayar mahal.